Lompat ke konten
Home » Blog » Kram Otot

Kram Otot

Pernahkah Anda merasakan otot tiba-tiba berkontraksi dengan keras dan tidak terkendali? Jika iya, kemungkinan besar Anda mengalami kram otot.

Kram otot adalah kondisi ketika otot berkontraksi atau mengencang secara tiba-tiba di luar kendali, berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit, dan menimbulkan rasa nyeri. Kram otot paling sering terjadi pada bagian kaki, terutama betis.

Kondisi ini tidak hanya muncul saat beraktivitas, tetapi juga dapat terjadi saat beristirahat atau tidur malam. Meski sering dianggap tidak berbahaya, kram otot dapat menyebabkan otot tidak berfungsi sementara sehingga menyulitkan penderitanya untuk bergerak.

Penyebab Kram Otot

Kram otot terjadi ketika otot berkontraksi tanpa disadari. Biasanya, akan terasa benjolan keras pada area otot yang mengalami kram. Beberapa penyebab umum kram otot antara lain:

  1. Aktivitas Fisik Berlebihan
    Latihan yang terlalu berat, penggunaan otot secara berlebihan, atau berolahraga tanpa pemanasan dapat memicu kram otot.
  2. Kekurangan Mineral
    Rendahnya kadar mineral seperti magnesium, kalsium, dan kalium dapat menyebabkan kram otot. Kondisi ini sering terjadi akibat konsumsi obat-obatan tertentu, seperti diuretik untuk hipertensi, yang dapat menguras mineral tubuh.
  3. Penggunaan Obat-obatan
    Beberapa obat, seperti obat penurun kolesterol golongan statin (misalnya simvastatin), dapat meningkatkan risiko terjadinya kram otot.
  4. Kondisi Medis Tertentu
    Kram otot saat tidur dapat berkaitan dengan kondisi medis seperti penyakit kardiovaskular, gagal hati, gagal ginjal, diabetes, hipotiroidisme, kerusakan saraf, dan osteoarthritis.
  5. Dehidrasi
    Kurangnya asupan cairan atau kehilangan banyak cairan akibat keringat berlebih, terutama saat cuaca panas, dapat memicu kram otot.
  6. Posisi Tidur yang Keliru
    Posisi tidur yang tidak tepat, seperti tidur telungkup terlalu lama, dapat membuat posisi kaki miring dan meningkatkan risiko kram otot.

Gejala Kram Otot

Gejala kram otot meliputi:

  • Kontraksi otot tiba-tiba dan tidak terkendali
  • Nyeri yang intens pada area otot
  • Otot terasa keras, tertarik, atau seperti ada benjolan
  • Sulit menggerakkan otot yang mengalami kram

Kram otot dapat berlangsung beberapa detik hingga 10 menit. Setelah kram mereda, otot bisa terasa pegal hingga 24 jam. Pada kram kaki saat tidur (nocturnal leg cramp), penderita bahkan bisa terbangun karena nyeri.

Cara Mengatasi Kram Otot

Jika mengalami kram otot, beberapa langkah berikut dapat membantu
meredakannya:

  1. Peregangan
    Lakukan peregangan lembut pada otot yang kram untuk membantu mengendurkan otot.
  2. Pijat Area yang Kram
    Pijat secara perlahan dan hati-hati untuk membantu mengurangi nyeri.
  3. Pemanasan dan Pendinginan
    Selalu lakukan pemanasan sebelum aktivitas fisik dan pendinginan setelahnya.
  4. Kompres Hangat atau Dingin
    Kompres dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi peradangan.
  5. Cukupi Cairan dan Elektrolit
    Pastikan asupan cairan dan elektrolit tercukupi, terutama saat beraktivitas di cuaca panas.
  6. Istirahat yang Cukup
    Hindari aktivitas berat hingga otot pulih sepenuhnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika:

  • Kram otot menimbulkan nyeri yang sangat parah
  • Terjadi pembengkakan, kemerahan, atau perubahan warna kulit
  • Otot terasa lemah
  • Kram terjadi terlalu sering
  • Tidak membaik meski sudah melakukan perawatan mandiri

Informasi dan Pendaftaran Customer Care


Klinik Utama Rawat Jalan Gleneagles
Jl. Taman Ade Irma Suryani Nasution No. 5 Surabaya
Phone. (031) 5455470
WhatsApp. 081334534535

Laboratorium Utama Trisensa
Jl. Embong Tanjung No. 4 A Surabaya
Phone. (031) 5465465

Oleh : dr. Annita Sari
Disunting oleh: Dr. dr. Herni Suprapti, M.Kes