Lompat ke konten
Home » Blog » Pentingnya Premarital Check Up

Pentingnya Premarital Check Up

Jelang pernikahan, biasanya pasangan calon pengantin sangat disibukkan dengan persiapan pesta pernikahan. Tetapi, terkadang pasangan calon pengantin melupakan dan mengabaikan masalah fisik mereka jelang pernikahan.

Premarital check up atau cek pra nikah adalah serangkaian tes kesehatan yang dilakukan sebelum menikah untuk mengetahui kondisi kesehatan calon suami istri. Di negara-negara lain, cek pra nikah sudah menjadi persyaratan wajib bagi pasangan yang akan menikah. Hal ini karena tidak semua orang punya riwayat kesehatan yang baik. Seseorang bisa saja nampak sehat, tetapi ternyata ia memiliki sifat pembawa penyakit (carrier).

Manfaat premarital check up bagi calon pengantin

Melakukan prematital check up penting agar kedua belah pihak saling memahami seperti apa kondisi kesehatan diri sendiri dan pasangannya, riwayat masalah kesehatan yang pernah dialami, hingga risiko gangguan tertentu yang dimiliki oleh masing-masing.

Menjalani tes kesehatan sebelum menikah juga penting untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan genetik, penyakit keturunan, maupun infeksi menular tertentu yang diidap calon pengantin. 

Tes ini juga berguna untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya pada kesehatan di masa tua, kesuburan dan kemampuan hamil, serta pengaruhnya pada garis keturunan selanjutnya.

Kapan premarital check up Harus Dilakukan?

Pada dasarnya, premarital check up bisa dilakukan kapan saja, tetapi waktu yang paling direkomendasikan adalah enam bulan sebelum pernikahan. Dengan begitu, apabila ditemukan masalah kesehatan, kondisi tersebut dapat segera ditangani. Sehingga, risiko yang mungkin timbul (baik terhadap pasangan ataupun calon anak) pun dapat diminimalisir.

Jenis premarital Check Up

Berikut beberapa prosedur pemeriksaan yang perlu dilakukan:

  1. Pemeriksaan Fisik
    Premarital check up biasanya akan diawali dengan pemeriksaan fisik secara lengkap. Hal ini karena umumnya status kesehatan seseorang sudah dapat dinilai melalui tekanan darah. Memiliki tekanan darah tinggi dapat berbahaya bagi calon bayi karena dapat menyebabkan tumbuh kembangnya dalam kandungan terhambat. Selain itu, pada pemeriksaan ini juga dapat diketahui apakah pasangan memiliki beberapa riwayat penyakit seperti diabetes.
  2. Pemeriksaan Golongan Darah dan Rhesus
    Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk mengetahui kecocokan rhesus dan efeknya terhadap ibu serta bayi. Apabila calon suami istri mempunyai rhesus yang berbeda, kemungkinan ibu akan mengandung anak dengan rhesus berbeda pula. Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa mengakibatkan anak menderita anemia dan penyakit kuning pada bayi, bahkan keguguran janin.
  3. Pemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count)
    Complete Blood Count (CBC) dilakukan untuk memeriksa komponen di dalam darah dan mendeteksi kesehatan seseorang secara umum. Tes CBC mampu mendeteksi sejumlah masalah, seperti anemia, tingkat hidrasi dan dehidrasi, penanda sel darah tepi, leukemia, reaksi inflamasi dan infeksi, dan polisitemia.
    Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah ada risiko melahirkan keturunan dengan kelainan genetika, seperti thalasemia atau hemofilia.
  4. Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual
    Pemeriksaan ini terdiri dari pemeriksaan VDRL/RPR untuk mendeteksi ada atau tidaknya penyakit sifilis. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan HbS-Ag untuk mendeteksi penyakit hepatitis B, serta pemeriksaan anti HIV untuk mendeteksi penyakit HIV.
    Deteksi penyakit HIV/AIDS sejak dini diperlukan untuk mengendalikan dan mencegah penularan virus dari ibu kepada anaknya (mother to child transmission) ketika masih berada di dalam kandungan.
  5. Pemeriksaan Gula Darah 
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengacu pada kadar glukosa untuk menentukan kondisi hiperglikemia pada pasangan. Hal ini berguna untuk mencegah atau mengurangi komplikasi yang disebabkan oleh diabetes saat hamil (diabetes gestasional).
  6. USG Ginekologi
    USG ginekologi bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan pada rahim, seperti kista ovarium, PCOS, mioma uteri, dan penyakit-penyakit lain yang berkaitan dengan organ reproduksi.
  7. Pemeriksaan TORCH
    Pemeriksaan TORCH adalah serangkaian tes yang dilakukan untuk mendeteksi toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex pada ibu hamil atau wanita yang merencanakan kehamilan untuk mencegah terjadinya komplikasi pada janin.
  8. Pemeriksaan Urine
    Urinalisis atau tes urine berguna untuk mendeteksi adanya penyakit metabolik atau sistemik, serta gangguan pada organ ginjal. Kondisi kesehatan seseorang dapat dilihat dengan menilai warna, tingkat kejernihan, dan kandungan zat kimia di dalam urine.

Kondisi kesehatan kedua calon mempelai bisa memengaruhi proses kehamilan dan kualitas kehidupan yang dimiliki oleh keturunannya nanti. Maka dari itu, kondisi kesehatan masing-masing pasangan perlu diketahui untuk membantu perencanaan rumah tangga menjadi lebih matang.

Informasi dan Pendaftaran Customer Care:


Klinik Utama Rawat Jalan Gleneagles
Jl. Taman Ade Irma Suryani Nasution No. 5 Surabaya
Phone. (031) 5455470
WhatsApp. 081334534535

Oleh: dr. Annita Sari