Lompat ke konten
Home » Blog » obesitas, bahayakah?

obesitas, bahayakah?

Oleh: Arini Wulansari, S.KM.

Siapa yang tidak mengenal obesitas? Obesitas merupakan adanya penumpukan lemak berlebih yang terbentuk akibat tingginya asupan energi dan kurangnya aktivitas fisik yang ditandai dengan kelebihan berat badan.

Namun, tahukah Anda bahaya dari obesitas? Seseorang dengan obesitas akan memiliki risiko terkena penyakit tertentu. Berikut adalah beberapa bahaya obesitas bagi tubuh:

  1. Jantung dan stroke
    Orang dengan obesitas memiliki risiko empat kali lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke jika dibandingkan dengan seseorang yang beratnya normal. Lemak yang ada pada pasien obesitas memicu tingginya kadar kolestrol LDL dan trigliserida, serta di sisi lain menurunkan kadar HDL, inilah yang memicu penyakit jantung. Sedangkan risiko stroke terjadi apabila ada peningkatan lemak berlebih yang menyebabkan peradangan pada jaringan tubuh yang akan menimbulkan penyumbatan dalam pembuluh darah.
  2. Diabetes Melitus (DM)
    Obesitas akan mempengaruhi cara tubuh menggunakan insulin dalam mengontrol kadar gula. Seseorang dengan obesitas akan meningkatkan kadar asam lemak dan peradangan. Hal ini akan menyebabkan resistensi insulin, yang akan mengakibatkan terjadinya DM tipe 2.
  3. Hipertensi

    Seseorang dengan obesitas memiliki risiko tekanan darah tinggi, kolesterol darah dan kadar trigliserida yang tinggi. Hal ini disebabkan karena resistensi pada pembuluh darah akan meningkat sehingga memicu tekanan darah meninggi. Risiko hipertensi akan semakin meningkat, seiring naiknya berat badan penderita obesitas.
  4. Permasalahan pernapasan
    Timbunan lemak pada seseorang yang kelebihan berat badan akan membuat saluran nafas menjadi terhimpit. Selain akan menimbulkan asma, hal ini juga akan menyebabkan tidur mendengkur, kantuk berlebih di siang hari hingga terenggah-engah saat tidur.
  5. Kanker
    Obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker rahim, ovarium, payudara, usus besar, rektum, hati, pankreas hingga kanker prostat. Jika mengalami obesitas, sel khusus yang berfungsi untuk melawan kanker akan tersumbat oleh lemak, sehingga tidak berfungsi dengan baik. Hal inilah yang membuat sel kanker bisa berkembang bebas.
  6. Radang sendi
    Seseorang yang obesitas dapat meningkatkan tekanan pada sendi yang menahan beban tubuh, sekaligus meningkatkan peradangan di dalam tubuh.
  7. Penyakit pencernaan dan hati
    Obesitas akan mempengaruhi gerakan lambung dalam percepatan pengosongan, hal ini yang kemudian akan menyebabkan timbulnya keluhan dispepsia. Pada usus, obesitas akan menyebabkan perubahan bakteri usus yang nantinya akan meningkatkan risiko radang pankreas, iritasi usus hingga kanker pada usus dan lambung.
    Organ hati akan mengalami perlemakan pada orang dengan obesitas, hal ini dikarenakan pemecahan lemak yang berlebihan, yang jika dibiarkan akan memicu peradangan hati.

Apa saja sih penyebab obesitas?

Penyebab utama obesitas adalah asupan makanan lebih banyak mengandung kalori jika dibandingkan dengan kalori yang dibakar dalam tubuh melalui aktivitas sehari-hari. Kalori-kalori yang tidak terbakar akan terus menumpuk dan menyebabkan bertambahnya berat badan.

Faktor lain penyebab obesitas yang umum adalah:

  • Gaya hidup
  • Kurangnya waktu untuk tidur yang dapat menyebabkan perubahan hormon dan mendorong rasa lapar.
  • Faktor genetika; mempengaruhi cara tubuh dalam proses metabolisme yang nantinya mengubah makanan menjadi energi.
  • Faktor usia; seiring bertambahnya usia, massa otot dan proses metabolisme akan melambat dan memicu untuk menambah berat badan.
  • Faktor kehamilan; kenaikan berat badan selama masa kehamilan bisa sulit hilang dan akhirnya menyababkan obesitas.

Obesitas dapat dicegah dengan berbagai aktivitas, antara lain:

  1. Membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak.
  2. Mengatur pola makan.
  3. Tidak merokok dan tidak minum-minuman beralkohol.
  4. Meningkatkan konsumsi makanan berkabohidrat serta buah dan sayur.
  5. Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki, bersepeda dan bermain bola.

Pencegahan obesitas merupakan hal penting dalam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, kesadaran hidup sehat dengan berat badan ideal menjadi kunci utama dalam menurunkan angka obesitas di Indonesia. Pastikan untuk selalu memeriksakan diri ke dokter dan melakukan medical check up rutin untuk mengetahui kondisi tubuh terkini.

Informasi dan Pendaftaran Customer Care:

Klinik Utama Rawat Jalan Gleneagles – Trisensa Diagnostic Centre

Jl. Taman Ade Irma Suryani Nasution No.5 Surabaya

 (031) 5455470 dan  081334534535

Obesity (2021)
www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obesity/symptoms-causes/syc-20375742

Yuk, simak apa saja dampak obesitas? (2021)
www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/yuk-simak-apa-saja-dampak-obesitas

Jika Anda Gemuk, Waspadai Penyakit-penyakit Saluran Cerna Ini! (2020)
www.ygi.or.id/jika-anda-gemuk-waspadai-penyakit-penyakit-saluran-cerna-ini/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.